AGAM, tandikek.com-Sebulan lebih pasca banjir dan tanah longsor mendera Kabupaten Agam, Sumatera Barat, hingga kini kondisinya belum baik-baik saja. Termasuk sebagian masyarakat di Kabupaten Agam, kabupaten yang paling terdampak di Sumatera Barat.
Ketua IDI Cabang Agam, dr. Valencia, Sp.PA, MARS Sabtu (3/1/2025), sejak awal terjadi bencana banjirm banjir bandang, dan tanah longsor IDI Cabang Agam langsung bergerak berkoordinasi memastikan kondisi masyarakat di daerahnya.
Di tengah kondisi padamnya listrik, sulitnya sinyal, matinya aliran air, termasuk perkiraan sisa logistik yg ada karena daerahnya terisolir tidak menghalangi anggota IDI Agam berbuat bagi masyarakat. Minggu 30 November mulailah anggota IDI Agam bergerak, terutama di wilayah kerja Puskesmasnya masing-masing.
Membawa serta Nakes lainnya dan masyarakat menuju tempat-tempat yg terdampak yg bahkan tidak lagi bisa diakses oleh kendaraan roda 4 maupun roda 2 karena tertutup material longsor. Ada yg berjalan kaki, ada yg estafet saling menyambung berkirim logistik, ada yg menempuh sampai 2 jam perjalanan. Membawa logistik kebutuhan dasar yg jumlahnya tidak ringan utk dibawa sepanjang jalan, termasuk obat-obatan.
Ketua IDI Cabang Agam dr. Valencia, MARS, Sp.PA, yang juga dokter di RSUD Lubuk Basung, menjelaskan Sabtu (3/1/2026) di Lubuk Basung, pasca disebarkannya informasi oleh Ketua IDI Cabang Agam dr. Valencia, Sp.PA, MARS ke grup WhatsApp Pengurus Besar IDI terhadap kondisi masyarakat yang terdampak itu. Maka, jadilah informasi tersebut tersebar luas dan IDI Agam jadi salah satu pihak yang sering dihubungi oleh banyak pihak hingga saat ini.
Baik itu dari PB IDI, berbagai IDI Wilayah dan Cabang serta Perhimpunan medis dalam dan luar Sumatera Barat, berbagai fakultas kedokteran dalam dan luar Sumatera Barat melakukan kontak dengan IDI Cabang Agam, termasuk pihak swasta non medis.
Ada yang mau menyalurkan bantuan logistik, kebutuhan harian dan air bersih, obat-obatan, termasuk bantuan tim medis yang turun silih berganti pada berbagai titik lokasi. Semua difasilitasi oleh IDI Cabang Agam.
Bantuan tersebut ada yang disalurkan lewat puskesmas setempat, ada yang disalurkan lewat wali jorong dan nagari, dan ada yang langsung diantar ke lokasi. Intinya bagaimana agar bantuan tersebut bermanfaat dan tepat sasaran.
Bantuan dari banyak pihak bukan saja meringankan beban masyarakat yg terdampak, tapi juga meringankan beban tim medis di Agam itu sendiri yg cukup kesulitan mengatasi semua kondisi ini dengan jumlah SDM yg terbatas. Sehingga komunikasi dan koordinasi dg berbagai pihak terus berlangsung intens sampai saat ini.
Kepercayaan ini membuat Bakrie Grup Jakarta mempercayakan IDI Agam untuk menyalurkan bantuannya yang juga diliput TV nasional. Dengan semua proses tersebut, dr. Valencia, MARS, SpPA diminta sharing informasi di Forum Komunikasi IDI Nasional pada Minggu, 14 Desember 2025 lalu.
Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit kulit masih mendominasi penyakit warga di pengungsian. Sementara pasien dengan patah tulang dan luka serius diarahkan untuk dibawa ke RSUD Lubuk Basung. Selain itu warga yang terputus kebutuhan obat rutinnya seperti diabetes, hipertensi, dan jantung langsung diberikan obat-obat penggantinya.[man]













