AGAM, tandikek.com–Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (4/1/2025) menyerahkan 97 paket bantuan paket pakaian lengkap sekolah untuk anak SD Negeri 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan yang terdampak bencana alam.
Bantuan tersebut Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, secara simbolis, bersama unsur pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja dan lainnya.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal berharap, bantuan ini mampu memulihkan semangat belajar anak-anak yang terdampak bencana, terutama saat memasuki semester baru. “Semoga anak-anak kita kembali bersemangat untuk sekolah kembali memasuki semester berikutnya pascabencana”, papar Wabup.
Bantuan paket sekolah ini, tutur wabup, tidak hanya diperuntukkan terhadap siswa SD Negeri 05 Kayu Pasak, tetapi juga bagi seluruh anak didik terdampak bencana di Kabupaten Agam. “Hal ini sudah jadi komitmen kita, agar anak didik terdampak bencana akhir November 2025 lalu diberikan bantuan, agar mereka tetap dapat mengikuti PBM dengan tenang, dan percaya diri”, jelas wabup.
Wabup Muhammad Iqbal, prihatin melihat kondisi anak-anak yang akan kembali masuk sekolah pascalibur semester, apalagi ditengah kondisi sekolah yang rusak bahkan masih ditempati pengungsi. “Kita berupaya secepatnya membangun hunian sementara bagi pengungsi, agar sekolah-sekolah bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya”, jelas wabup.
Menyinggung soal proses belajar mengajar, Pemerintah Kabupaten Agam mengambil sejumlah kebijakan. Kebijakan tersebut, diantaranya menggabungkan sementara kegiatan belajar siswa dari sekolah yang rusak ke sekolah lain, dan membangun sekolah darurat. “Dalam kondisi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan pendidikan. Mereka adalah harapan orang tua dan bangsa ini di masa mendatang”, jelas Wabup.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri yang baru dilantik Jamat (3/1/2026) mengatakan, ada beberapa gedung sekolah yang rusak akibat bencana alam banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akhir November 2025 lalu.
“Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, kita akan membangun sekolah darurat. Selain itu, sebagian kegiatan belajar dipindahkan ke MDA, serta digabungkan dengan sekolah lain yang masih memungkinkan”, jelas Andri.
Ditambahkan Andri, terhadap penanganan bangunan sekolah yang rusak itu, ia akan mengajukan minta bantuan kepada pemerintah pusat. “Bangunan sekolah yang rusak, kita akan minta bantuan kepada pemerintah pusat, agar bangunan sekolah-sekolah tersebut dapat diperbaiki atau dibangun kembali”, ujar Andri.
Anak didik yang akan menerima bantuan paket sekolah di Kabupaten Agam lebih 1.800 orang dari seluruh jenjang pendidikan.
Mulai dari tingkat pendidikan PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA. Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan, meski berada dalam situasi pascabencana, tutur Andri.[Cc]













