Kab. AgamSumbar

Sudah Masuk Tahun Tahun, Banjir Bandang Terjang Pasa Maninjau

80
×

Sudah Masuk Tahun Tahun, Banjir Bandang Terjang Pasa Maninjau

Sebarkan artikel ini

AGAM, tandikek.com-Sudah berganti tahun, dari tahun 2025, suda masuk kepintu tahun 2026, becana alam banjir masih belum reda juga. Kamis (1/1/2025) banjir kembali menerjang kawasan Pasar Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bertepatan dengan pergantian tahun.

Bupati Agam, Benni Warlis, memaparkan terhadap kondisi terkini, termasuk langkah penanganan bencana yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Agam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati Agam menjelaskan ia telah meninjau langsung lokasi terdampak. Sebanyak 255 warga terpaksa mengungsi di beberapa titik pengungsian. Pekan lalu, tepatnya semenjak Kamis 25 Desember 2025, telah terjadi 5 kali peristiwa longsor di kawasan tersebut.

Tidak cukup sampai disitu, longsor susulan kembali terjadi. Terjadi tepat pada malam pergantian tahun, sekitar pukul 00.00 WIB. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat aliran banjir yang tidak stabil dan berpotensi meluas ke wilayah permukiman lainnya.

“Pagi tadi telah dilakukan pengerukan sungai. Namun, setelah pengerukan, aliran air justru beralih ke jalur lain. Hal ini dikhawatirkan dapat mengarah ke permukiman warga”, jelaas Benni Warlis.

Menilik terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam mengarahkan masyarakat untuk segera meninggalkan zona merah, demi menghindari risiko yang lebih fatal. Tegas bupati, perlunya penelitian lebih lanjut agar langkah konkret dan tepat dapat ditentukan ke depan.

Upaya penanganan dilakukan, meliputi pembersihan sedimentasi serta material longsor dan banjir. Pemerintah Kabupaten Agam juga telah menyampaikan permintaan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat untuk melakukan penelitian di titik hulu aliran banjir serta merumuskan langkah strategis penanganan jangka panjang.

Bupati Agam turut mengimbau masyarakat agar sementara waktu menjauhi zona merah dan mengungsi ke titik-titik pengungsian terdekat yang telah disiapkan. Selain penanganan darurat dan mitigasi bencana, pemerintah daerah juga berencana membangun hunian sementara (Huntara).

Huntara tersebut diperuntukan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. “Dengan adanya hunian sementara, kita berharap masyarakat tidak perlu tinggal terlalu lama di lokasi pengungsian”, terang Bupati Benni Warlis.[*]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *